Daripada Menggunakan Penglaris Celana Dalam, Lebih Baik Gunakan Alpha Telepati

Salah satu portal berita online di Indonesia yaitu detik.com hari ini memuat berita tentang pengakuan karyawan warung bakso yang menggunakan penglaris celana dalam. Agak surprise juga membaca berita tersebut, karena faktanya ada pedagang yang menggunakan berbagai jenis penglaris untuk membuat dagangannya laris, khususnya untuk dagangan bakso ini.

Memang sudah banyak gosip yang beredar dimasyarakat tentang pemakaian penglaris untuk pedagang makanan, apalagi yang berkuah seperti bakso, soto, mie ayam. Salah satu bentuk penglaris yang dikenal adalah penglaris celana dalam yang dimasukkan ke dalam kuah bakso, kuah soto atau kuah mie ayam. Kalau dibuat nalar mungkin menambah kekentalan dari rasa kuah ya,selebihnya hanya sugesti saja.

Kita bahas tentang “penglaris”, kalau dilihat dari sudut pandang negatif maka kata penglaris ini bermakna yang jelek karena menggunakan “ilmu hitam” untuk membuat dagangan menjadi laris, bisa berupa bungkusan yang digantung di tempat berjualan, ada juga yang menggunakan media menanam paku di tempat dagangannya, ada juga yang menggunakan sapu lidi, dan yang sesuai judul artikel ini adalah menggunakan media celana dalam yang ditaruh di kuah dari masakan tersebut. Memang terkesan aneh dan mengada-ngada, tetapi itulah realita di lingkungan masyarakat kita. Masih sibuk mencari jimat, sibuk mencari ajian-ajian penglaris, ajian pengasihan dan sebagainya.

Padahal semua kembali kepada Pikiran kita sendiri, yang membuat dagangan itu laris sesungguhnya bukan karena adanya jimat-jimat, adanya benda-benda yang katanya membawa rejeki atau membuat laris. Tapi dari pikiran kita sendiri, jika dalam pikiran berisi program-program yang membuat laris maka pasti dagangan apapun juga laris. Membuat laris sebuah tempat makan berarti menarik pikiran orang lain untuk datang ke tempat makan kita. Nah disinilah fungsi Alpha telepati bekerja. Karena Alpha Telepati adalah cara untuk mempengaruhi orang lain tanpa bertatap muka.

Dan Alpha Telepati adalah cara yang aman dan halal, kenapa aman? karena dalam buku Alpha telepati diajarkan mempengaruhi orang lain dengan memanfaatkan kekuatan pikiran kita sendiri, sehingga tidak tergantung kepada orang lain, tidak juga tergantung kepada benda-benda, tidak tergantung kepada makhluk lain. Sehingga dijamin AMAN. Dari sisi halal, maka sesungguhnya di semua agama pasti mengajarkan tentang berpikir, dan berpikir itu bisa untuk mempengaruhi orang lain, itulah kenapa buku Alpha Telepati bisa diterima oleh semua golongan dan dimanfaatkan untuk semua jenis kebutuhan yang berhubungan dengan menarik orang lain.

Oh ya satu lagi, melakukan Alpha Telepati itu mudah. Hanya butuh memahami saja isi buku Alpha Telepati dan langsung bisa diguakan untuk menjadi penarik pelanggan alias penglaris. Tentu hal ini berbeda dengan penglaris yang menggunakan ritual dan syarat ribet, seperti harus puas, harus baca ajiannya berapa ribu kali dan seperti pengakuan karyawan bakso itu bahwa dia tidak boleh membuka panci kuahnya karena si pemilik takut ketahuan ada celana dalam di dalam panci kuahnya tersebut.

Jaman sudah maju, sudah modern. Harusnya mulai meninggalkan hal-hal seperti penglaris yang menggunakan celana dalam itu, lebih baik beralih menggunakan alpha telepati sehingga benar-benar menjadi manusia yang menggunakan pikirannya sendiri, tidak tergantung kepada orang lain dan lepas dari hal-hal yang mistis, klenik seperti itu. Alpha Telepati memang dibuat sebagai jawaban bagi banyak orang yang ingin menjadi manusia sesungguhnya terlepas dari ketergantungan kepada orang lain tetapi tetap menjadi pribadi yang “sakti”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s